Tampilkan postingan dengan label post by Achmad Fauzi Andriansyah (0911221001). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label post by Achmad Fauzi Andriansyah (0911221001). Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Januari 2012

Kartini bagi Keluarga


Kartini bagi Keluarga

Gerobak Sumiati di kawasan Malioboro, pasar Beringharjo bisa dikatakan sederhana. sudah 30 th dia menggeluti profesi sebagai pedagang cemilan khas Djogja dan kelelawar bacem.
Mungkin beberapa orang tidak tahu khasiat kelelawar bacem yang bisa digunakan untuk obat asma dan gatal-gatal. Hanya di gerobak Sumiati (67) yang menjual kelelawawar bacem untuk dijadikan obat. Dia tampak tua dan keriput wajahnya, ada sebongkah luka yang berada di dekat telinga nenek tua tersebut. nenek berambut putih itu berjuang sendiri untuk menghidupi keluarganya semenjak suami yang menjadi tumpuan hidup telah tiada.
Dia mengaku berjualan kelelawar bacem untuk menolong orang-orang yang menderita penyakit asma dan gatal-gatal dikulit. jika hujan datang Sumiati tidak dapat berjualan dan jika hari sudah petang dia membawa dagangannya sendiri. ” Menawi jawah, kulo mboten saged dodol,boyoke kulo pun sakit menawi mbeto kulakan ” ujar nenek berusia 67th ini. Dia mengaku sudah terlalu tua untuk bekerja seberat ini tetapi siapa lagi yang akan menafkahinya. Dia tetap kuat dan sabar dalam menjalani hidup. Sumiati mengaku senang berjualan di kawasan Malioboro karena dapat melihat orang-orang bule lalu lalang di depannya. Sumiati berjuang untuk keluarga dan dirinya serta menjadi Kartini bagi keluarga.

Berjualan Rokok Hanya Untuk Anak Istri


Berjualan Rokok Hanya Untuk Anak Istri

Semangat pantang menyerah, mungkin kata-kata itu cocok untuk Suroto yang menjajakan rokok demi menghidupi anak dan istrinya.
Suroto (37), bapak dari dua anak ini salah satu pendual rokok di jalan Malioboro. Suroto berasal dari Solo. Dia memilih berjualan di Jogja karena menurutnya di Jogja keuntungan yang dia dapatkan lebih banyak sehingga cukup untuk menghidupi 2 anaknya yang saat ini masih sekolah TK dan SD.
Awalnya, suroto bingung mencari bidang usaha yang ia tekuni. Pilihannya pun jatuh pada rokok, karena saat itu ia menerima ajakan temannya yang sudah lebih lama menggeluti di bidang tersebut. Walaupun penghasilan yang ia dapatkan dari menjual rokok tidak terlalu banyak ia yakin dapat menghidupi anak dan istrinya yang menanti.
Suroto mulai bekerja sejak pukul 09.00 s/d sore pulul 16.00 ia memperoleh penghasilan sebanyak Rp. 25.000,- akan tetapi kadang ia berjualan sampai malam, keuntungan yang ia dapatkan bila berjualan sampai malam bisa mencapai Rp. 50.000,-. Suroto harus pintar-pintar membagi penghasilan, saat ditanya apakah uang segitu cukup pak ? ya besar pasak dari pada tiang katanya sambil membasuh mukanyanya yang kusam” Dia juga mengatakan bahwa ia harus pintar-pintar membagi uang karena ia harus menanggung uang makannya sehari-hari, terus biaya untuk kos yang harus ia bayarkan sebanyak Rp. 120.000,- per bulan, belum untuk pulang ke kampung halaman dan memberi nafkah kepada anak istrinya. Mujiono juga salah satu teman sehabitat berjualan rokok suroto menurutnya suroto orangnya baik. Dia mengaku bahwa hubungan mereka sesame penjual rokok sangat terjaga “ Ya sama-sama rekann kerja kalau ada apa-apa ya di Bantu, ujar Mujiono dengan senyum simpulnya. Suroto mengaku sangat senang berjualan di Malioboro sangat senang selain orangnya ramah-ramah dia juga menemukan pengalaman yang berwarna-warni dan walaupun tidak di kampungnya sendiri ia dapat bermasyarakat dengan baik, sehiingga ia tetap semangat mencari nafkah demi menghidupi anak istrinya.

Menteri yang Tidak Gengsi Menulis di Koran

Menteri yang Tidak Gengsi Menulis di Koran
 
SURABAYA- Lift berdentang “ting” saat seorang lelaki berbaju batik melangkah ke luar. Tidak ada kawalan ajudan, prosedur protokoler dan sejenisnya. Kusmayanto Kadiman langsung menyalami semua yang ada di ruang pertemuan lantai empat, gedung Sinar Harapan di bilangan Cikini.
Menteri Negara Riset dan Teknologi itu terlambat sekitar 20 menit. Sangat dimaklumi sebab sebelumnya ia sudah berkirim SMS, “Maaf, saya sampai SH jam 16.00 lewat sebab sekarang baru keluar dari istana.”
Meminta maaf melalui SMS bukan hal tabu bagi pejabat sekelas menteri, terutama kalau ia adalah Kusmayanto. Penulis sendiri kadang merasa tidak sedang ber-SMS dengan pejabat, melainkan teman. Sifat membumi seorang KK, begitu lelaki kelahiran 1 Mei 1954 ini akrab disapa, bukan rahasia umum. Di setiap kesempatan, Ph.D dari Australian National University ini selalu tampil ramah diselingi lelucon segar
Tidak Gengsi
“Kalau menulis di media, saya tidak mau menyantumkan gelar. Justru malu sama gelar itu kalau ternyata tulisan saya salah,” celetuk ayah tiga putera ini ketika “mengompori”para pakar Teknologi Informasi (TI) yang hadir di acara Diskusi Penulisan Artikel Iptek dan TI di Media Massa di kantor SH belum lama ini.
KK sendiri walau seorang menteri dan mantan rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) tidak merasa gengsi untuk menulis di surat kabar. Beberapa yang tulisannya sudah dimuat di surat kabar tergolong mudah dipahami dengan bahasa yang sangat membumi, kendati yang dibahas masalah seputar Iptek. Ia mendambakan semua ilmuwan dan pakar Indonesia mau mengikuti jejak ini agar ilmu yang dikuasai bisa disosialisasikan ke masyarakat luas.
Di hadapan sejumlah pengamat TI, jurnalis, penulis blog alias blogger dan hacker, Kusmayanto menuturkan bagaimana proses kreatif menulisnya dilakukan. “Tuangkan saja apa yang mau kita sampaikan, tanpa harus ingin menjadi perfeksionis. Kalau tulisan terlalu perfeksionis, akhirnya akan berakhir di tempat sampah,” demikian KK, Selama ini banyak ilmuwan dan pakar di Indonesia yang beranggapan bahwa menulis di koran dapat menurunkan “kelas”. Mereka memilih untuk menulis di jurnal ilmiah atau blog pribadi yang hanya dibaca oleh komunitasnya. Tulisan ini pun penuh dengan istilah teknis yang sulit dipahami orang awam. Akibatnya, ilmu yang mereka miliki tidak pernah mampu diserap oleh masyarakat luas.
Motivasi
Sepak terjang Kusmayanto sebagai ilmuwan sendiri tidak diragukan lagi. Penggemar golf dan tennis ini sempat sibuk dengan kontribusinya dalam teori sistem dan kontrol digital. Suami dari Sri Sumarni tersebut juga pernah terlibat pada usaha memacu perkembangan teori kontrol dan instrumentasi dan teknologi perangkat lunak di sejumpah perguruan tinggu. Ia pun terkenal sebagai dosen teladan tahun 1991 yang melahirkan sarjana-sarjana yang sekarang bergelar Ph.D dan Master.
Komitmen dan integritas keilmuannya terlihat dalam keterlibatan aktif di Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Asian Control Professor Association (ACPA), IFAC Working Group on Distributed Control System (IFAC WG-DCS), American Society for the Advancement of Science (ASAS).
Namun apakah semua itu membuat seorang Kusmayanto merasa gengsi untuk menulis di koran? Tidak sama sekali. “Kalau ingin menulis harus dipikirkan apa tujuan kita menulis. Mencari nama? Kalau saya pribadi menulis karena memang ingin berbagi. Saya justru akan merasa dihargai kalau menulis tajuk rencana di koran walau tidak harus ada nama yang dicantumkan,” seloroh KK.
Ya, memangn sudah saatnya pejabat sekelas menteri dan ilmuwan menulis untuk rakyat, bukan untuk komunitasnya saja.

tanpa warna tidak ada kehidupan


Tanpa Warna Tidak Ada Kehidupan
Tidak ada satupun manusia yang bisa menyangkal keindahan dunia. Tidak percaya? Kalau begitu coba perhatikan lirik lagu Sherina ini dan bandingkan dengan sekitar Anda. “Langit biru, awan putih. Terbentang indah, lukisan yang kuasa”. Coba bandingkan lagi dengan lagu pelangi-pelangi. “Pelangi-pelangi alangkah indahmu. Merah, kuning, hijau di langit yang biru. Pelukismu agung siapa gerangan. Pelangi-pelangi ciptaan Tuhan”. Benarkah dunia ini indah?. Dunia ini indah karena penuh dengan warna. Tapi, apakah anda pernah berpikir kenapa dunia penuh dengan warna? Apakah anda tahu definisi warna itu sendiri? Sudah pasti, tapi tentu saja dengan definisi yang berbeda-beda. Penulis yakin anda semua pasti memiliki warna favorit. Namun, pertanyaannya mengapa anda bisa suka sekali dengan warna tersebut. Lalu, apa peranan warna dalam kehidupan manusia? lalu bagaimana bila warna tidak ada. Dalam tulisanI ini, penulis akan mengajak Anda berpikir sejenak mengenai warna.
Definisi warna itu bermacam-macam. Tergantung pada siapa anda bertanya. Kalau bertanya pada anak SD, rata-rata mereka pasti menjawab merah, kuning, hijau dan warna-warna lainnya. Kalau bertanya pada Fisikawan mereka pasti menjawab warna merupakan gelombang elektromagnetik yang menuju ke mata dan kemudian diterjemahkan oleh otak sebagai warna. Begitu beragamnya definisi warna. Ya apa mau dikata, soalnya tingkat kecerdasan orang itu berbeda-beda. Tapi tidak ada yang salah mengenai definisi warna, semuanya benar. Bagi penulis sendiri warna merupakan unsur kehidupan yang berkaitan erat dengan emosi manusia. Intinya tanpa warna tidak ada kehidupan.
Warna mengambil peranan yang begitu penting dalam kehidupan manusia. Bila dunia ini hanya serba hitam dan putih seperti televisi tempo dulu. “Alah mak jang, gersang bangetlah hidup awak nie”. Warna itu membuat hidup lebih bergairah. Buktinya, sebagai manusia yang hidup di dunia, kita menerima sinar utama dari matahari, yang memberikan kehangatan, pertumbuhan, energi dan manfaat lainnya. Sinar cahaya yang ada sudah biasa kita pelajari, dapat dipisahkan menjadi berbagai macam cahaya serta warna. Ternyata kita secara emosi akan menerima dan merespon pada cahaya yang ada. Dalam suatu penelitian, cahaya yang dibentuk mirip dengan sinar yang timbul akibat mendung di pagi hari atau cerahnya hari, ternyata mempengaruhi emosi kita. Kekurangan sinar cahaya matahari juga akan membuat mood kita menjadi hambar, depresi dan merasa tidak bersemangat.
Para ahli juga mengatakan tujuh warna pelangi membantu kita memperkuat kekuatan spiritual kita. Tidak hanya mereka bergetar di permukaan bumi pada saat menjalar, tapi ketujuh warna ini menggetarkan semua bahagian dari alam dengan energi yang tidak pernah berhenti. Mata manusia bisa melihat paling sedikit 7 juta warna. Dari sekian banyak warna ini, para ahli membaginya menjadi 2 bagian yaitu hangat dan dingin. Sedangkan warna hitam dan putih tidak dimasukkan dalam dua kategori ini. Karena bila dicampur ke warna lain akan menimbulkan gradiasi. Contoh yang termasuk dalam warna hangat adalah merah, orange, kuning dan coklat. Dalam teori warna, jenis ini dikatakan bisa mengesankan kecepatan berpikir dan kehangatan, sekaligus menarik perhatian. Kelompok warna ini juga diasosiasikan dengan kebahagiaan dan kenyamanan. Selain itu, warna ini punya ‘kekuatan’ membuat tulisan dan gambar jadi eyecatching. Tapi sayangnya, diantara kelebihan di atas, warna hangat juga punya kekurangan. Akan jadi membosankan bila tak dikombinasikan dengan warna lain. Biru, hijau dan ungu dimasukkan dalam warna dingin. Bila melihat warna dingin, persepsi pada waktu seakan diperlambat. Maksudnya, Anda dibawa ke suasana yang lebih tenang dan santai. Perasaan ini timbul karena warna dingin lebih selaras dengan alam di sekeliling kita. Tapi hati-hati, ketenangan tadi bisa membuat orang jadi tak bergairah. Inilah sebabnya warna dingin sering diidentikkan dengan kesenduan dan kesedihan. Jadi agar selalu bersemangat, warna dingin juga perlu dipadukan dengan warna hangat. Agar lebih ceria dan tak membosankan.
Dalam bisnis non-internet atau bisnis internet, pemilihan warna juga punya peran. Warna-warna memiliki peran dalam menciptakan image produk serta peningkatan citra bisnis anda. penulis pun yakin, setiap orang punya warna kesukaan masing-masing. Itu menunjukkan bahwa ada hubungan antara warna dengan manusia. Seperti halnya ketika kita memilih warna busana. Kekuatan warna bisa mempengaruhi sisi emosional kita. Berikut ini penulis terangkan warna-warna dalam bisnis. Merah: Bisa berarti berani dan semangat yang berkobar-kobar. Singkatnya secara umum berhubungan dengan perasaan yang meledak-ledak. Warna merah mudah menarik perhatian dan meningkatkan nafsu. Karena itu bisnis makanan banyak menggunakan warna dominan merah karena ini dipercaya dapat meningkatkan nafsu makan pembeli. Kalau untuk teks, warna merah pasti akan lebih menarik perhatian dibanding warna lain. Namun jika untuk background dengan teks hitam, akan membuat mata cepat lelah. Putih: warna suci dan bersih. Warna yang sangat bisa dipadukan dengan warna apapun. Warna putih di situs web banyak dipakai sebagai warna background teks hitam. Sebab pengunjung akan lebih mudah untuk membacanya. Hitam: Menunjukkan hal yang tegas, elegan dan eksklusif. Juga bisa mengandung makna rahasia. Kalau untuk warna mobil, biasanya mobil berwarna hitam lebih mahal daripada mobil berwarna lain. Hijau: adalah warna alam. Banyak produk yang menekankan kealamian produk menggunakan warna ini sebagai pilihan. Untuk perusahaan-perusahaan yang berhubungan dengan eksplorasi alam, warna hijau banyak dipakai untuk menegaskan bahwa perusahannya berwawasan lingkungan. Warna ini termasuk yang sedang ngetren dan akan banyak dipakai khususnya dengan kampanye yang berhubungan dengan lingkungan. Kemasan deterjen juga tidak sedikit yang menggunakan warna hijau. Biru: adalah warna yang bermakna tenang dan terpercaya. Warna ini sangat baik untuk menumbuhkan loyalitas konsumen. Bank-bank banyak menggunakan warna biru sebagai warna dominannya. Kuning: adalah warna yang hangat. Cukup menarik perhatian dan sangat baik jika dijadikan background untuk teks hitam karena akan lebih mencolok terlihat.
Meski demikian, arti warna bisa bergantung juga dengan bidang tertentu, budaya, agama dan adat setempat. Warna kuning bisa berasosiasi dengan partai politik tertentu kalau dalam politik. Sementara kalau dalam kehidupan sehari-hari, bendera kuning yang dipasang di rumah seseorang, itu pertanda tengah terjadi peristiwa berkabung. Sementara bank syariah hampir pasti selalu dihiasi dengan warna hijau yang berasosiasi dengan agama tertentu.
Begitu penting peranan warna bagi kehidupan manusia. Lalu bagaimana kalau warna tidak ada. Jawabannya ada pada lirik lagu Ada Band yaitu hidupku hampa terasa. Yup.. betul sekali hidup akan benar-benar membosankan, kering dan mati rasa. Rasa mood kita menjadi hambar, depresi dan merasa tidak bersemangat atau tidak bergairah, laju perekonomian lambat dan dunia seakan tidak berputar karena yang terlintas dan yang terlihat hanya itu-itu saja. Ujung-ujungnya tidak ada warna tidak ada kehidupan. Betul tidak?
Dunia betul-betul indah, itulah yang saya rasakan. Kadang saya berpikir bagaimana orang buta melewati hidupnya dalam kegelapan. Bagaimana orang buta warna bisa merasakan gairah kehidupan. Hidup ini harus di syukuri, setidaknya itulah yang harus kita lakukan. Karena tanpa warna tidak ada kehidupan. Meskipun banyak orang buta dan orang buta warna masih dapat melanjutkan kehidupannya dan masih bersyukur akan kehidupannya. Tapi apakah kita mampu melanjutkan hidup bila kita dalam posisi mereka. Apakah Anda sanggup menghadapi hal tersebut? Apakah anda mampu survive? Apakah Anda termasuk golongan orang-orang yang bersyukur? Bagi penulis hidup ini indah penuh dengan warna dan patut di syukuri.

Minggu, 09 Oktober 2011

BFF, Luarrrr Biasa!

Minggu, 09 Oktober 2011 03:11
BATU – Luar biasa kegiatan Batu Flowers Festival (BFF) yang berlangsung di Kota Batu, Sabtu (8/10) kemarin. Semua peserta menunjukkan kreasi terindah begitu juga sambutan warga dalam Stadion Brantas dan jalan-jalan protokol Kota Batu.

Teriakan warga Batu yang memadati Stadion Brantas langsung pecah ketika peserta pawai nomor satu berjalan sentle ban. Peserta nomor pertama tersebut adalah Desa Sidomulyo Kecamatan Batu yang menampilkan mobil hias dengan Istana Bunga.

Kendaraan hias tersebut penuh dengan bunga, aneka jenis. Sedangkan seorang ‘bidadari’ mengenakan pakaian warna putih duduk di atas kendaraan sehingga melengkapi keindahan. Hal itu sesuai dengan potensi Desa Sidmulyo sebagai pusat bunga di Kota Batu.

Sedangkan Desa Tlekung menampilkan kendaraan hias dengan menonjolkan produk jeruk keprok 55. Warga Tlekung malahan membawa sampel jeruk dan dibagi-bagikan kepada pengunjung serta tamu-tamu undangan dalam stadion.

Selain kedua kendaraan hias ini, deretan kendaraan hias dengan tema potensi agrobis hingga wisata sapi perah ikut ditampilkan dalam kegiatan BFF ketiga ini. Sambutan warga dalam stadion hingga jalan-jalan utama Kota Batu sangat meriah.

Menteri Pendayagunaan dan Aparatur Negara, EE Mangindaan juga memberikan apresiasi luar biasa terhadap kegiatan Batu Flowers Festival yang dipadukan dengan Kawanua Bakudapa Sedunia itu. ‘’Mereka sangat luar biasa memberikan kreasi untuk Batu Flowers Festival. Lihat saja semua potensi dikeluarkan masyarakat, mulai bunga, buah hingga kesenian. Kegiatan ini sangat bagus karena tumbuh dari masyarakat dan Pemerintah hanya memfasilitasi saja,’’ tegas EE Mangindaan usai menyaksikan kegiatan BFF.

Kegiatan tersebut diharapkan bisa menjadi even tahunan sehingga meningkatkan potensi di wisata di Kota Batu. Dia mengakui, perkembangan Kota Batu sebagai sentra wisata sangat bagus karena masuk empat kota di Indonesia dengan tingkat kunjungan wisata terbesar di Indonesia.

‘’Pariwisata itu ikut meningkatkan perekonomian di Kota Batu. Peningkatan ekonomi Kota Batu saat ini masuk dalam empat besar secara nasional,’’ tegasnya.