Tampilkan postingan dengan label post by vendy angga permana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label post by vendy angga permana. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Januari 2012

Kuliah Senang Mahasiwa Fisip Sosiologi UB




WONOSARI- Pagi ini situasi sibuk terjadi di Gedung kuliah Bersama Fisip UB tepatnya sabtu (17/12) sebanyak 50an mahasiswa Sosiologi angkatan 09’ mengadakan kuliah sambil jalan-jalan di perkebunan teh Wonosari, Lawang. Tujuan dari kuliah ini untuk memberi sebuah pengalaman dan pembelajaran bagi para mahasiswa dalam melihat sebuah kebijakan sosial yang diberikan perusahaan teh kepada para karyawannya.  Kunjungan lapangan ini diadakan untuk memenuhi matakuliah Kebijakan Sosial yang diampu oleh Drs. Dwi Sulistyo MPA.  Didalam kunjungan tersebut Mahasiswa Sosiologi dapat melihat dari dekat proses awal pemetikan daun teh hingga daun tersebut diproses  menjadi teh yang siap untuk dipasarkan
Produksi dari kebun teh Wonosari dengan merek teh Rolas ini telah di ekspor ke berbagai Negara seperti Amerika dan Negara-negara Timur tengah. Ada sebuah kebijakan dalam produksi teh yang menyebutkan bahwa 90% produk teh Rolas dieskpor dan 10% sisanya untuk konsumsi dalam negeri tutur Abadi (45) selaku tourguide di kebun teh Wonosari. Teh yang ditanam di perkebunan ini ada dua macam yaitu teh Cina dan teh India. Perkebunan teh wonosari ini merupaka  peninggalan dari zaman Belanda dulu. Diawal berdirinya perkebunan ini sebenarnya ditanami cengkeh dan kayumanis. Setelah adanya permintaan yang meningkat perkebunan ini beralih fungsi menjadi perkebunan teh.
Mahasiswa Sosiologi yang mengadakan kuliah jalan-jalan ini dijamu dengan makan siang dan teh hitam produksi dari cap Rolas yang dinikmati di areal perkebunan tersebut. Disamping dapat menikmati teh yang masih segar, disana juga disediakan sarana rekreasi dan adanya area outbond juga. Dengan adanya kuliah senang ini Mahasiswa Sosiologi dapat melihat dan merasakan bagaimana  kebijakan yang diberikan perusahaan teh Rolas untuk mensejahterakan dan mengatur karyawan pabrik teh.

Panen Berlimpah Petani Apel



BUMIAJI - Tahun ini menjadi berkah tersendiri bagi para petani Apel  di kota Batu. Dengan hasil panen yang melimpah, mereka bisa menutup akhir tahun dengan hasil yang memuaskan. Kata Sutadji (40) pengelola kebun apel, tahun ini buah Apel yang dihasilkan begitu baik kualitasnya dan hasil sangat berlimpah. Menurutnya pohon apel tidak banyak terserang hama tanaman seperti tahun lalu. Kebun seluas 5000m2 miliknya menghasilkan buah apel sebanyak 5ton, padahal biasanya hanya menghasilkan 2-3 ton saja. hal tersebut tentu sangat menggembirakan bagi para petani Apel mengingat beberapa tahun terakhir hasil dan kualitas buah Apel cenderung menurun.
Buah apel yang berkualitas baik akan dikirim ke berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. Sedangkan buah yang kualitasnya kurang akan diolah menjadi produk olahan seperti sari apel, kripik apel, dodol apel dan cuka apel. Dengan popularitas Apel Malang yang cenderung menurun tentunya produk olahan ini dapat menjadi alternatif lain bagi para konsumen untuk menikmati buah khas kota Malang.
Tepatnya di dusun Wonorejo kecamatan Bumiaji merupakan sentral dari perkebunan apel kota batu. Ada dua variasi buah Apel yang ditanam di perkebunan apel ini seperti apel manalagi dan apel ana. Adanya perkebunan Apel ini juga membawa berkah tersendiri untuk warga sekitar Bumi aji, warga dapat menjadi para buruh lepas pemetik apel bila masa panen tiba. Hal itu diungkapkan  oleh salah satu buruh wanita Winarti (27) asal desa Pancasila. Pekerjaan sebagai buruh pemetik apel membuat Winarti bisa memperoleh penghasilan tambahan lain. Dengan panen Apel yang melimpah ini tentunya membawa sebuah harapan untuk para petani apel, agar ditahun-tahun kedepan panen melimpah dapat mereka rasakan lagi dan Apel Malang kembali menjadi buah favorit bagi para wisatawan di kota Malang.

Kamis, 13 Oktober 2011

Ayo Berpetualang

AYO BERPETUALANG

Seorang pelancong yang melakukan perjalanan wisata sendirian terkadang bisa merasa kesepian. Untuk itu, ia pun perlu bertemu dengan orang daerah setempat agar perjalanannya tidak terasa membosankan Pertemuan dengan orang lain dapat dilakukan dengan melakukan percakapan, bertukar pendapat tentang pengalaman perjalanan Anda, hingga mencari saran atau sekadar mengobrol. Baik Anda seorang yang agak tertutup dan pendiam maupun seorang yang terbuka dan senang berbicara, Anda tentu harus bertemu dengan orang-orang baru di daerah setempat. Namun, orang yang pendiam sebenarnya hanya kurang dalam menggali lebih dalam pribadi orang yang ia ajak bicara.

Cara termudah untuk melakukan sebuah percakapan dengan orang asing adalah dengan mengajukan pertanyaan. Anda dapat menanyakan arah, rekomendasi tempat makan, sampai tempat yang menarik untuk dikunjungi. Anda juga dapat melakukan percakapan dengan karyawan ataupun tamu di tempat Anda menginap, restoran, sampai orang-orang yang lalu lalang di jalan. Dalam perjalanan yang Anda tempuh, pastinya banyak tempat yang biasa dikunjungi oleh wisatawan. Di situlah Anda dapat bertemu dengan wisatawan-wisatawan lain yang akan mengurangi rasa sepi Anda dalam melakukan perjalanan wisata sendirian. Apalagi jika Anda mampir ke tempat yang banyak terdapat backpacker. Hanya saja, tetaplah berhati-hati.

Meskipun Anda menjumpai orang lain yang memiliki kebangsaan atau daerah yang sama dengan Anda, bukan berarti secara otomatis Anda memercayai mereka. Tetaplah waspada terhadap orang asing. Pertimbangkan dengan baik di mana Anda akan menginap. Hotel yang besar cenderung lebih impersonal dibandingkan penginapan kecil yang lebih ramah. Selain itu, penginapan kecil menawarkan lebih banyak kesempatan untuk mengobrol dengan karyawan atau tamu-tamu lain sehingga Anda mungkin akan lebih mudah menemukan sesama pelancong yang sendirian dan berinteraksi dengan mereka untuk sekadar mengobrol ataupun makan bersama. Perjalanan wisata sendirian lebih baik dilakukan dalam jangka pendek. Saran terbaik selama melakukan perjalanan wisata sendirian adalah mempelajari keterampilan baru serta bertemu dengan orang-orang. Misalnya memasak, mempelajari budaya setempat, seperti tari-tarian ataupun kerajinan tangan, maupun belajar menyelam.

Jika Anda tidak menyukai makan sendirian, Anda dapat makan sambil membaca buku. Hal tersebut setidaknya akan memberikan perasaan nyaman karena ditemani buku sebagai hiburan Anda. Meletakkan buku Anda yang tertutup di atas meja Anda mungkin akan membuat wisatawan lain tertarik untuk bergabung dengan Anda. Sebaliknya, bila Anda menemukan wisatawan lain melakukan hal yang sama, Anda dapat bertanya apakah Anda dapat bergabung. Terakhir, jurus ampuh yang dapat Anda lakukan bila bertemu dengan orang baru adalah tersenyum. Tersenyum diakui secara internasional dan orang yang tersenyum akan lebih mudah bertemu dengan orang-orang baru dibandingkan orang yang melipat wajahnya.(Vendy Angga Permana)