Kamis, 22 Desember 2011

Mau Kembalian Permen atau Uang Receh?


Suatu hari ada orang membeli makanan di minimarket X dan segera membayar ke kasir. Sembari menunggu, penjaga kasir bilang “Maaf, uang recehnya tidak ada. Kembalian saya kasih permen ya?” ujarnya. Pernahkah anda mengalami hal seperti itu? Ya, seringkali toko, minimarket, maupun swalayan memberikan kembalian kepada konsumen bukan berupa mata uang.
Padahal Bank Indonesia telah membuat ketentuan tentang alat pembayaran yang tercantum dalam Pasal 2 Ayat 3 UU No. 23 Tahun 1999 yaitu “setiap perbuatan yang menggunakan uang atau mempunyai tujuan pembayaran atau kewajiban yang harus dipenuhi dengan uang jika dilakukan di wilayah negara Republik Indonesia wajib menggunakan uang rupiah, kecuali apabila ditetapkan lain dengan Peraturan Bank Indonesia.
Dalam pasal tersebut jelas bahwa pihak swalayan atau toko tidak boleh memberikan kembalian berupa permen dan lainnya, kecuali adanya kesepakatan antar keduanya (pihak toko atau swalayan dengan konsumen).
Ketentuan Pidana dan Sanksi Administratif pada Pasal 65 UU No. 23 yaitu “Barang siapa dengan sengaja melakukan pelanggaran atas ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (3), diancam dengan pidana kurungan sekurang-kurangnya 1 (satu) bulan dan paling lama 3 (tiga) bulan, serta denda sekurang-kurangnya Rp. 2.000.000,00 (dua juta rupiah) dan paling banyak Rp. 6.000.000,00 (enam juta rupiah).
Jadi kita berhak untuk menuntut toko atau swalayan yang tetap menggunakan praktik tersebut dan melaporkannya ke pihak berwenang. Adanya undang-undang ini diharapkan pihak toko atau swalayan lebih bijak dalam melayani konsumen dan konsumen tidak merasa kecewa dengan adanya praktik seperti itu. (wel)

Jumat, 16 Desember 2011

Dari Dang Sampai Dut yang Selalu Pasang Surut


Soneta
Siapa tak kenal dangdut, musik yang khas dengan tabuhan gendangnya serta tiupan serulingnya yang diklaim oleh masyarakat Indonesia sebagai musik asli tanah air ini terbilang unik. Pasalnya musik yang satu ini bisa dikatakan lain daripada yang lain. Baik dalam setiap syair lagunya, alunan melodinya, dan racikan musiknya yang khas memberikan nilai lebih pada telinga penikmatnya. 
Yang berbeda dari musik ini adalah dalam segala situasi yag digambarkan, mau itu senang, sedih, maupun marah, tetap saja bergoyang. Itulah musik dangdut. Alunan seruling bambu dan kepiawaian musisinya dalam memainkan gendang seolah menghipnotis penikmatnya untuk tidak henti-hentinya bergoyang mengikuti melodi dang dan ndut yang disajikan.

Dangdut merupakan salah satu dari genre seni musik yang berkembang di Indonesia. Bentuk musik ini berakar dari musik Melayu pada tahun 1940-an. Perubahan arus politik Indonesia di akhir tahun 1960-an membuka masuknya pengaruh musik barat yang kuat dengan masuknya penggunaan gitar listrik dan juga bentuk pemasarannya. Sejak tahun 1970-an dangdut boleh dikatakan telah matang dalam bentuknya yang kontemporer. Sebagai musik populer, dangdut sangat terbuka terhadap pengaruh bentuk musik lain, mulai dari keroncong, langgam, degung, gambus, rock, pop, bahkan house music. Sehingga sampai dewasa ini dangdut kerap kali mengalami pergeseran.

Kejayaan dangdut pada era orde baru ditandai dengan melambungnya nama Rhoma Irama dan Soneta sebagai pelantun dangdut yang khas dan pernah menjadi ikon dangdut pada masa itu. Tak ayal gelar Raja Dangdut pun disematkan kepada pelantun syair "Syahdu" tersebut.

Dewasa ini dangdut mulai eksis kembali membanjiri kancah musik tanah air dengan wajah barunya. Di mana sebelumnya, pada awal milenium, dangdut sempat padam terlindas oleh musik pop dan rock yang dibawakan oleh band-band masa kini. Wajah baru dangdut membawa perubahan baik dari musik dangdut itu sendiri juga kalangan penggemarnya. Aransemen demi aransemen pun dilakukan agar musik ini tak lagi ketinggalan zaman. Pedangdut-pedangdut baru bermunculan seperti Ridho Rhoma dengan “Menunggumu”, Melinda dengan “cinta satu malam” dan yang sempat fenomenal akhir-akhir ini, Ayu Ting-Ting dengan “Alamat Palsu”-nya membawa kesan peremajaan tersendiri bagi dunia musik dangdut.

Dangdut adalah musik yang paling dekat dengan rakyat. Hal ini karena dangdut adalah hiburan yang bisa dinikmati dengan biaya yang relatif murah. Di antara genre musik yang ada, dangdutlah yang tergolong musik paling meriah, menghibur, dan mudah dicerna. Melihat kultur masyarakat Indonesia dengan mayoritas dari kalangan menengah ke bawah, dangdut adalah musik yang sesuai dengan konsumsi mereka.

Dangdut adalah musik asli Indonesia. Dengan melestarikan dan tidak mengotorinya berarti kita telah melestarikan salah satu budaya bangsa dengan sebaik-baiknya. 

Kamis, 15 Desember 2011

       Song Review - What Makes You Beatiful by One Direction

         Sudah kenal boyband asal Irlandia-inggris yang bernama One Direction? Boyband yang terbentuk dari audisi X-Factor di Inggris kini sudah mulai menggaung namanya, terutama di kalangan remaja putri seluruh dunia. Boyband ini beranggotakan Zayn Malik, Harry Styles, Liam Payne, Niall Horan, dan Louis Tomlinson. Mereka kini memiliki penggemar fanatik di Inggris, dan juga dunia twitter yang sering sekali membicarakan tentang One Direction.
Anggota One Direction dari ki ke ka : Niall, Louis, Zayn, Harry, dan Liam

         Lebih dekat dengan One Direction.. Dengar saja lagu mereka yang berjudul ‘What Makes You Beautiful’. Para wanita dan remaja putri pasti akan suka mendengarkan lagu yang satu ini. Lagu ini menceritakan tentang seorang pria yang menyukai wanita yang telah memesonakannya setiap waktu, tetapi sang wanita tidak menyadari bahwa dirinya sungguh cantik. Sikap ketidaktahuan itulah yang menurut sang pria membuat wanita itu semakin cantik.

         Berikut ini lirik beserta chord dari lagu ‘What Makes You Beautiful’
           E          A
You're insecure
                B
Don't know what for
                E              A                 B
You're turning heads when you walk through the door
                E              A
Don't need make up
          B
To cover up
           E            A         B
Being the way that you are is enough


E          A           B
Everyone else in the room can see it
E          A       B
Everyone else but you

[Chorus]
           E           A           B
Baby you light up my world like nobody else
              E             A              B
The way that you flip your hair gets me overwhelmed
              E             A              B
But you when smile at the ground it aint hard to tell
            E          A
You don't know
B                    
You don't know you're beautiful
E        A           B
If only you saw what I can see
              E          A              B
You'll understand why I want you so desperately
                E         A         B
Right now I'm looking at you and I can't believe
             E        A
You don't know
B                       E          A
You don't know you're beautiful
      B
But that's what makes you beautiful

[The same throughout the rest of the song]

So c-come on
You got it wrong
To prove I'm right I put it in a song
I don't why
You're being shy
And turn away when I look into your eyes

Everyone else in the room can see it
Everyone else but you

[Chorus]
Baby you light up my world like nobody else
The way that you flip your hair gets me overwhelmed
But you when smile at the ground it aint hard to tell
You don't know
You don't know you're beautiful
If only you saw what I can see
You'll understand why I want you so desperately
Right now I'm looking at you and I can't believe
You don't know
You don't know you're beautiful
Oh oh
But that's what makes you beautiful

[Bridge]
Nana Nana Nana Nana
Nana Nana Nana Nana
Nana Nana Nana Nana

Baby you light up my world like nobody else
The way that you flip your hair gets me overwhelmed
But you when smile at the ground it aint hard to tell
You don't know
You don't know you're beautiful

[Chorus]
Baby you light up my world like nobody else
The way that you flip your hair gets me overwhelmed
But you when smile at the ground it aint hard to tell
You don't know
You don't know you're beautiful
If only you saw what I can see
You'll understand why I want you so desperately
Right now I'm looking at you and I can't believe
You don't know
You don't know you're beautiful
Oh oh
But that's what makes you beautiful
Salah satu screenshot di music video 'What Makes You Beautiful'

    This song is so amazing, isn’t it? Bagi yang penasaran dan ingin download lagu yang satu ini, silahkan klik disini.

Senin, 14 November 2011

Tim Bola Voli KORPRI Universitas Brawijaya


Tak Ada Regenerasi, Sempat Mati Suri
Pagi itu (14/11) matahari terik sekali memancarkan sinarnya. Menyengat dan membakar tubuh orang yang berjemur dibawahnya. Langit terlihat cerah dengan gumpalan awan yang tak pernah diam. Angin panas berhembus kecil menerpa dedaunan.

Lapangan voli sebelah selatan GOR Pertamina Universitas Brawijaya (UB) terlihat lebih ramai dari biasanya. Terlihat pula ‘bapak-bapak’ menggunakan kostum olahraga seragam berwarna biru tua kombinasi merah dengan nomor di dada dan di punggunya sedang asik memainkan bola voli dengan rekannya.

Ya, itu adalah satu tim bola voli KORPRI UB (Korps Pegawai Republik Indonesia). mereka akan bermain dalam partai eksebisi pembukaan Rektor Cup IX bertajuk Invitasi Bola Voli antar Fakultas se-UB. Mereka diundang panitia untuk menjadi tim pembuka melawan tim Unit Aktivitas Bola Voli (UABV) UB.

Dalam pertandingan itu, tim KORPRI UB mengakui keunggulan UABV. Mereka ditaklukkan tiga set langsung tanpa balas. (25-16, 26-24, dan 25-12). Meskipun mereka kalah, tetapi kegembiraan dan kepuasan masih terpancar pada wajah pemain KORPRI UB.

Tim Bola Voli KORPRI UB terbentuk sekitar tahun 1986-an. Tim ini terbentuk karena karyawan memiliki kesamaan hobi terhadap voli. Begitu pula dengan tim di cabang olahraga lain. Pemain voli KORPRI UB terdiri dari beberapa karyawan di lingkup UB. Ada yang berprofesi sebagai karyawan di bagian kemahasiswaan sampai satpam rektorat. Pemain dikumpulkan dari hasil pemantauan terhadap karyawan-karyawan di lingkup UB ”Ada yang memberitahu kepada saya, pemain-pemain yang memiliki dan minat bermain voli,” ujar Feri Subagyo (40), pelatih tim KORPRI UB.

Saat ini tim KORPRI UB hanya memiliki sepuluh pemain yang aktif. Usianya pun rata-rata lebih dari 30 tahun. Pemain pun tidak diganjar gaji, seperti layaknya tim voli lain. “Mereka hanya sukarela saja ikut tim ini,” ujar Subagyo.

Menurut Subagyo, Tim KORPRI UB melakukan latihan rutin tiap hari Kamis dan Sabtu di Lapangan Fakultas Ilmu Administrasi. Latihan pun banyak menemui kendala. Diantaranya sulit untuk mengumpulkan seluruh pemain.

Tetapi Yohannes (34), salah satu pemain KORPRI UB membantah latihannya diadakan secara rutin. “Latihan pun hanya dilaksanakan sekali setiap bulan,” ujar pemain yang berprofesi sebagai satpam rektorat UB. Pemain bernomor punggung 9 ini menambahkan kalau latihan timnya yang kurang, karena mereka memiliki kewajiban lain yaitu bekerja.

Meskipun jarang latihan, tim KORPRI UB ini sering mengikuti pertandingan dan menorehkan prestasi. “Diantaranya kompetisi bola voli antar klub se-Malang Raya di Tumpang tahun 2007. Kami juara dua,” ujar Joko Wiyono, pemain KORPRI UB yang juga karyawan di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

Pada bulan Juli 2011 lalu, tim KORPRI UB mampu masuk 8 besar Open Tournament Volly di Gunung Kawi, Malang. Selain itu, setiap ulang tahun KORPRI pun, mereka juga ikut berpartisipasi pada turnamennya.

Subagyo menjelaskan tim voli KORPRI UB sempat mati suri. Terbukti sejak awal terbentuknya sampai 2009, tim KORPRI tidak teroganisir secara baik. Baru pada awal 2010, mulai diaktifkan lagi.

Subagyo menginginkan kedepannya, tim voli KORPRI UB meningkatkan prestasinya. Pemainnya pun berharap adanya regenerasi di dalam tubuh tim. “Makin lama kita kan makin tua, fisik jelas makin melemah,” ungkap Sigit Hadi, karyawan Bagian Kemahasiswaan Fakultas Hukum ini. (Welga Febdi Risantino)

UABV Taklukkan KORPRI UB

MALANG - Unit Aktivitas Bola Voli (UABV) Universitas Brawijaya berhasil mengalahkan KORPRI UB (Korps Pegawai Republik Indonesia Universitas Brawijaya) dalam partai eksebisi Rektor Cup IX Invitasi Bola Voli tadi pagi (14/11) tiga set tanpa balas di Lapangan voli sebelah selatan GOR Pertamina UB.

Pemain UABV yang terdiri dari mahasiswa, melawan tim KORPRI UB yang berusia sekitar lebih 30 tahun sering melakukan perlawanan dengan mengandalkan smash-smash keras dan menukik. Tim ‘tua’ KORPRI belum bisa mengimbangi permainan UABV. Set pertama pun berakhir dengan kemenangan UABV 25-16. 

Set kedua, Tim KORPRI UB mulai menikmati permainan. Kedua tim saling kejar-mengejar angka. Sampai memaksa deuce pada saat perolehan poin imbang 24-24. Akhirnya set kedua dimenangkan UABV, 26-24. 

Pada set ketiga, fisik pemain KORPRI UB mulai melemah. Terik matahari yang menyengat membuat pemain yang sudah berumur ini kehabisan tenaga. Mereka menyerah 25-12. 

Feri Subagyo, pelatih tim KORPRI mengatakan permainan anak asuhnya sudah memuaskan. “Mereka bisa mengimbangi permainan cepat UABV. Hanya faktor fisik pemain yang sudah melemah pada set ketiga,” ujar Pegawai Bidang Olahraga Voli di KORPRI UB ini. 

Selasa pagi (15/11) Invitasi Bola Voli mempertandingkan 4 pertandingan. Pada jam pertama (7.00 WIB) di lapangan 1, tim putra Fakultas Peternakan akan berhadapan dengan Fakultas MIPA. Sementara di lapangan 2 tim putri Fakultas Ekonomi dan Bisnis berhadapan dengan Fakultas Pertanian. 

Untuk jam kedua (8.30 WIB) di lapangan 1, tim putra Fakultas Teknik berhadapan dengan Fakultas Pertanian. Sementara di lapangan 2, tim putri Fakultas Peternakan akan menjamu Vokasi. (wel)

Digelar, Kompetisi Bola Voli se-UB

MALANG - Pagi ini (14/11) Unit Aktivitas Bola Voli (UABV) Universitas Brawijaya (UB) mengadakan upacara pembukaan turnamen bola voli antar fakultas se-UB bertajuk Invitasi Bola Voli di lapangan voli sebelah selatan GOR Pertamina Universitas Brawijaya. Turnamen ini merupakan salah satu kegiatan Rektor Cup IX, ajang tahunan UB.

Kegiatan ini berlangsung sejak 14 November sampai 23 November dan diikuti 14 tim. Pertandingan pertama akan dimulai esok pagi (15/11) (selengkapnya lihat tabel,red). Pertandingan jam pertama, pukul 7.00 WIB, dan jam kedua pukul 8.30 WIB. Tiap fakultas mengirimkan tim putra dan tim putrinya dan memperebutkan juara I,II, dan III.

Invitasi Bola Voli menggunakan sistem gugur, artinya, tim yang kalah dalam satu pertandingan, langsung tersingkir. “Alasan kami menggunakan itu, agar kompetisi berjalan cepat. Menghindari hujan dan lampu penerang yang tak tersedia di lapangan juga,” ujar Mohammad Ubaidillah, ketua pelaksana Rektor Cup IX.

Ubai (panggilan akrab Mohammad Ubaidillah) mengatakan tujuan diselenggarakannya kompetisi ini yaitu untuk mempererat tali persaudaraan antar fakultas, menciptakan bibit atlet bola voli di UB, dan juga menciptakan turnamen yang bebas dari tindakan anarkis.

Acara ini dibuka oleh Haryo, Kepala Bagian Kemahasiswaan UB. Haryo mengharapkan acara ini berjalan lancar. “Tidak ada lagi ricuh antar suporter. Junjunglah semangat sportivitas. BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) tiap fakultas sudah membuat perjanjian untuk saling jaga sportivitas,” ujarnya.

Perlu diketahui, tim voli putra dan putri Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik tak dapat mengikuti kompetisi ini. “Alasan mereka tidak ikut karena tak ada atlet yang dikirim. Jadi yang berkompetisi tinggal 13 peserta,” tutur Ubai.

Juara bola voli tahun lalu (Rektor Cup VIII) direbut oleh Fakultas Ekonomi setelah mengalahkan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Yan Mulyana, salah satu anggota UABV, tim voli dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Teknik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, dan Fakultas Peternakan diunggulkan jadi juara tahun ini.

Ubai yang juga mahasiswa Fakultas Peternakan 2009 mengatakan kalau wasit yang digunakan dalam kompetisi ini berasal dari alumnus-alumnus UABV dan wasit dari PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia). (wel)

JADWAL PERTANDINGAN REKTOR CUP IX 2011
Hari
Jam Ke-
Cowok
Cewek

Lapangan 1
Lapangan 2
Selasa,
15 November 2011
1
(b) FAPET v MIPA
(r) FEB v FP
2
(f) FT v FP
(v) FAPET v VOKASI
Rabu,
16 November 2011
1
(d) FIA v FK
(s) FTP v FK
2
(h) FTP v FAPERIK
 (x) MIPA v FIA
Kamis,
17 November 2011
1
(i) HUKUM v (b)
(u) FT v r
2
 (k) PKH v (f)

Jumat,
18 November 2011
1
(j) FEB v (d)
(w) s v FAPERIK
2
(l) VOKASI v (h)

SEMI FINAL
Senin,
21 November 2011
1
 (AA) i v j
(CC) u v v
2
(BB) k v l
(DD) w v x
PEREBUTAN JUARA III
Selasa, 22 November 2011
1
kalah (AA) v kalah (BB)
Kalah (CC) v kalah (CC)
FINAL
Rabu, 23 November 2011
2
menang (AA) v menang (BB)
Menang (CC) v Menang (DD)
Sumber : Panitia REKTOR CUP IX

Ket:
Jam ke-1 : 7.00 WIB
Jam ke-2 : 8.30 WIB

Kamis, 27 Oktober 2011

Media Bukan Musuh Masyarakat

MALANG-Media harus menjadi blank spotnya para pejabat. Gunanya ialah untuk mengetahui kekurangan-kekurangan pejabat.

Hal itu disampaikan oleh Bekti Nugroho dari Dewan Pers dalam Dialog Interaktif “Media Bukan musuh Masyarakat” yang diselenggarakan oleh RRI bekerjasama dengan Dewan Pers. Dialog ini berlangsung pada Hari jumat (22/10) di Hotel Grahadi Montana dan disarkan secara langsung melalui saluran Radio RRI.

Dialog Interaktif yang dipandu oleh Esti dari RRI ini mengundang dua narasumber yaitu Bekti Nugroho dari Dewan Pers dan Muzakki, mantan wartawan yang kini menjadi akademisi. Hadir dalam dialog ini ialah, para akademisi di Malang, wartawan, Humas Kabupaten Malang, pemerhati media serta masyarakat umum.

Selama ini kekerasan terhadap wartawan semakin sering dilakukan oleh masyarakat. Masyarakat masih bingung ketika harus menghadapi wartawan yang bermasalah. Mereka bingung harus melapor kemana. Bekti memberi saran agar masyarakat tidak usah bingung jika menemui wartawan yang bermasalah. Tak perlu sampai melakukan kekerasan, cukup melapor ke Dewan Pers. “Tetapi yang Dewan Pers bela hanyalah wartawan yang mematuhi kode etik saja,” tambah Bekti.

Menurut Muzakki ada tiga faktor yang membuat media menjadi musuh masyarakat. Ketiga faktor tersebut ialah, sejauh mana media bisa berpengaruh di masyarakat, sebagian besar media tidak berpengaruh, dan pengaruh media sifatnya relatif.

Di era demokrasi ini peran masyarakat dibutuhkan sebagai pengontrol pers, “Seharusnya masyarakat yang bisa mengontrol pers, bukan lagi pemerintah,” ujar Bekti.

Di penghujung dialog ini, Muzakki memberi saran agar masyarakat harus kreatif menciptakan media-media komunitas untuk membantu tugas dewan Pers. (ffb)

Sampahlah Kehidupan Kami

Kotor, bau, dan kumuh mungkin merupakan kesan pertama yang kita temui bila kita berkunjung ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Itu semua di akibatkan menggunungnya sampah yang ada . Namun begitu bagi sebagian orang tumpukan sampah yang kotor justru menjadi sumber kehidupan. Seperti bagi Sulastri (56) tahun warga dusun Suling Mangunsuman Siman yang berprofesi sebagai pengais sampah di TPA Mrican Jenangan. Menggantungkan perekonimian dari sampah-sampah lah yang menjadi pilihan wanita ini.
 
Pekerjaan yang sudah dijalaninya sejak 15 tahun yang lalu ini lah, yang menjadi pilihannya. Karena idak ada keahlian lain ibu dari 5 orang anak ini terpaksa mengais rejeki dari tumpukan sampah yang ada di TPA Mrican.

Berangkat pagi sekali Sulastri di temani sang suami Ramijo (61) memulai aktifitas mengais sampah. Satu persatu sampah organik dan non organik seperti plastik dan bekas botol minuman dipungutinya. Dengan bermodalkan sebilah besi yang digunakan untuk memungut sampah dan sebuah karung sebagai wadahnya. Asap akibat pembakaran sampah yang sangat pekatpun tak dihiraukannya. “ niku sampun biasa “ tutur wanita 56 tahun ini.

Setelah karung yang dipanggulnya sudah terasa penuh akhirnya si ibu ini bergegas menuju gubug kecil nya. Gubug kecil ini berfungsi sebagai tempat mensortir atau memilih sampah. Dengan atap terbuat dari kain kain bekas Sulastripun memilihi sampah yang didapatnya dengan tangan kosong seperti tidak mengenal jijik sama sekali. Sesekali aroma busuk yang sangat menyengat membuatnya tersedak dan batuk.

Sungguh ironis bila kerja keras setiap harinya ternyata  tidak sebanding dengan pendapatan yang di perolehnya. Ternyata dari semua sampah yang diperolehnya setiap hari tidak langsung laku terjual, namun masih menunggu 1 bahkan 2 bulan baru bias laku terbeli. Para pembeli biasanya adalah juragan barang bekas setempat yang dating langsung ke rumah untuk membelinya. Untuk 1 Kg plastic hanya dihargai Rp. 500,00 saja, begitu pula botol minuman juga dihargai Rp. 500,00 per kilogramnya. Jadi setiap kali transaksi Sulastri bias memperoleh uang Rp. 200.000 saja dan itupun tidak rutin kalau tidak 1 bulan sekali kadang 2 bulan sekali.

Sungguh tidak sepadan dengan kerja keras dan keringat yang sudah keluar. Namun ibu ini mencoba ikhlas. “ nggih namung ikhlas mawon “ tutur ibu ini disela kegiatan memilihi sampahnya sambil sesekali melontarkan senyum kecilnya di bawah terik matahari.

Dan di TPA Mrican ternyata masih banyak orang-orang yang berprofesi seperti Sulastri, terhitung mencapai 40 sampai 50 orang,dan rata –rata merupakan warga setempat.  

Terus bagaimana dengan kesehatan mereka, mungkin itu yang menjadi pertanyaan sekarang. Bila dilihat sepintas dengan suasana dan ekosistem seperti itu jelas jauh dari kata bersih dan sehat. Bibit penyakit dan bakteri berkumpul dan bersarang di gundukan sampah tersebut. “ nggih umpami sakit nggih namung pilek kalihan watuk”, tuturnya lagi. Dan itu sudah dianggap sangat biasa bagi mereka. 

Memeriksa kesehatan ke dokter atau puskesmas setempat mungkin menjadi momen yang sangat langka bagi mereka, karena mereka enggan untuk mengeluarkan uang untuk itu. Dan kesehatan dianggap sangat mahal bagi mereka.

Dan sampai sekarang belum ada niat baik dari pemerintah untuk membantu terkait dengan kesehatan mereka. Padahal mereka sangat mengharapkan itu bias mereka rasakan. Padahal mereka juga masih warga Ponorogo yang juga membutuhkan perhatian dari pemerintah daerah setempat.

Mungkin semangat lah menjadi bahan bakar utama mereka untuk tetap ikhlas beraktifitas. Ada keluarga juga dirumah yang menjadi semangat mereka juga. Melihat anak- anak mereka tumbuh dan bias mengenyam bangku sekolah saja sudah sangat cukup dan menjadi cita- cita yang paling tinggi bagi mereka. Mereka tidak mau untuk hanya bermimpi menjadi orang yang cukup, mereka memilih untuk tetap tersadar dan hidup di kenyataan yang sulit bagi mereka. Namun kesabaran dan keikhlasan lah yang membuat mereka tetap bertahan sampai sekarang. (Mita Pratiwi)


Rabu, 26 Oktober 2011

SOLAR PETAKA JALANAN

MALANG- Tumpahan solar dijalur antar kota Malang-Kediri membuat tiga pengendara mengalami kecelakaan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini para korban hanya menderita luka lecet dan cidera ringan, Kecelakaan terjadi di jalur sekitar Kasembon Kabupaten Malang pada sore hari Jum’at 18/10. Menurut Ayu(20) salah seorang korban, “kecelakaan berawal ketika saya melewati tikungan tajam dan ternyata aspal yang saya lewati terdapat tumpahan solar yang membuat motor  saya tergelicir”.


Menurut penuturan para warga setempat di wilayah tikungan tajam Kasembon memang sering terjadi kecelakaan karena solar dan oli yang tumpah dijalanan, para warga menduga bahwa tumpahan solar tersebut berasal dari kendaraan solar yang mengalami kebocoran. Ayu menambahkan, bahwa dirinya tidak mengetahui jika ada solar yang tercecer di jalan karena posisi jalan yang menikung tajam kebawah tertutupi oleh tebing yang menghalangi jarak pandang pada jalan aspal di depanya.   


Ayu yang juga warga Kediri ini adalah korban terakhir dari runtutan kecelakaan tersebut, sebelumnya sudah ada dua pengendara yang terjatuh karena sebab yang sama, total terjadi tiga kecelakaan secara beruntun dalam kurun waktu yang hampir bersamaan, bahkan ketiga keorban yang terjatuh terlebih dahulu masih di lokasi kejadian untuk beristirahat sejenak. Ketiga korban melaju dari arah malang mereka berencana pulang kampung ke kotanya masing-masing, meraka adalah warga Kediri dan Ngajuk. (fan)

FIA Juarai Olimpiade Brawijaya 2011

 MALANG - Olimpiade Brawijaya 2011 berakhir. Kejuaraan antar Fakultas se-Universitas Brawijaya ini dimenangkan Fakultas Ilmu Administrasi dengan perolehan 13 emas, lalu disusul oleh Fakultas Teknik dengan perolehan 7 emas, dan podium tiga diamankan Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan 6 emas (Selengkapnya lihat tabel, red).

Olimpiade Brawijaya 2011 yang berlangsung dalam kurun waktu dua minggu ini, diawali dengan pelepasan balon di Lapangan Rektorat pada tanggal 9 oktober lalu. Olimpiade Brawijaya pada tahun ini bertemakan Be the best talent, be the real champion, dengan jargon Langkah awal menuju sukses, sukses bersama yes, why not, the best.

Olimpiade Brawijaya 2011 mempertandingkan 14 kategori yaitu:
  • Futsal
  • Atletik (5km, estafet, 200 km)
  • Bela diri (kempo, karate, silat, taekwondo)
  • Catur
  • Bridge
  • Menyanyi (keroncong, akapela, pop)
  • Paduan Suara Mahasiswa
  • Basket
  • Voli
  • Tenis meja
  • Tenis lapang
  • Bulu tangkis
  • Fotografi
  • Debat english
Untuk tahun ini ada penambahan 3 cabang. “Di Kategori seni ada Acapela dan Fotografi. Di Kategori Atletik ada cabang bridge” ujar Rizal Akbari Nandi, wakil ketua pelaksana Olimpiade Brawijaya 2011. 

“Secara keseluruhan Olimpiade Brawijaya dapat dikatakan lancar, karena sesuai dengan yang direncanakan,”pungkasnya.

Rangkaian acara Olimpiade Brawijaya 2011 ditutup selasa (25/10) di Gedung Samantha Krida dengan penyerahan medali kepada seluruh pemenang. (fdc/wel)

Perolehan Medali Olimpiade Brawijaya 2011

PERINGKAT
FAKULTAS
EMAS
PERAK
PERUNGGU
TOTAL
1
Ilmu Administrasi
13
4
2
19
2
Teknik
7
10
11
28
3
Ekonomi dan Bisnis
6
6
7
19
4
Perikanan dan Ilmu Kelautan
6
3
2
11
5
Hukum
6
2
5
13
6
FISIP
5
8
4
17
7
MIPA
5
3
6
14
8
Ilmu Budaya
4
4
3
11
9
Pertanian
3
7
4
14
10
Kedokteran
3
4
6
13
11
Peternakan
1
4
4
9
12
Vokasi
1
1
3
5
13
Teknologi Pertanian
0
4
5
9
14
Program Kedokteran Hewan
0
1
1
2
Sumber: Devita Prinanda, Bagian Kesekretariatan Olimpiade Brawijaya 2011