Kamis, 13 Oktober 2011

Ayo Berpetualang

AYO BERPETUALANG

Seorang pelancong yang melakukan perjalanan wisata sendirian terkadang bisa merasa kesepian. Untuk itu, ia pun perlu bertemu dengan orang daerah setempat agar perjalanannya tidak terasa membosankan Pertemuan dengan orang lain dapat dilakukan dengan melakukan percakapan, bertukar pendapat tentang pengalaman perjalanan Anda, hingga mencari saran atau sekadar mengobrol. Baik Anda seorang yang agak tertutup dan pendiam maupun seorang yang terbuka dan senang berbicara, Anda tentu harus bertemu dengan orang-orang baru di daerah setempat. Namun, orang yang pendiam sebenarnya hanya kurang dalam menggali lebih dalam pribadi orang yang ia ajak bicara.

Cara termudah untuk melakukan sebuah percakapan dengan orang asing adalah dengan mengajukan pertanyaan. Anda dapat menanyakan arah, rekomendasi tempat makan, sampai tempat yang menarik untuk dikunjungi. Anda juga dapat melakukan percakapan dengan karyawan ataupun tamu di tempat Anda menginap, restoran, sampai orang-orang yang lalu lalang di jalan. Dalam perjalanan yang Anda tempuh, pastinya banyak tempat yang biasa dikunjungi oleh wisatawan. Di situlah Anda dapat bertemu dengan wisatawan-wisatawan lain yang akan mengurangi rasa sepi Anda dalam melakukan perjalanan wisata sendirian. Apalagi jika Anda mampir ke tempat yang banyak terdapat backpacker. Hanya saja, tetaplah berhati-hati.

Meskipun Anda menjumpai orang lain yang memiliki kebangsaan atau daerah yang sama dengan Anda, bukan berarti secara otomatis Anda memercayai mereka. Tetaplah waspada terhadap orang asing. Pertimbangkan dengan baik di mana Anda akan menginap. Hotel yang besar cenderung lebih impersonal dibandingkan penginapan kecil yang lebih ramah. Selain itu, penginapan kecil menawarkan lebih banyak kesempatan untuk mengobrol dengan karyawan atau tamu-tamu lain sehingga Anda mungkin akan lebih mudah menemukan sesama pelancong yang sendirian dan berinteraksi dengan mereka untuk sekadar mengobrol ataupun makan bersama. Perjalanan wisata sendirian lebih baik dilakukan dalam jangka pendek. Saran terbaik selama melakukan perjalanan wisata sendirian adalah mempelajari keterampilan baru serta bertemu dengan orang-orang. Misalnya memasak, mempelajari budaya setempat, seperti tari-tarian ataupun kerajinan tangan, maupun belajar menyelam.

Jika Anda tidak menyukai makan sendirian, Anda dapat makan sambil membaca buku. Hal tersebut setidaknya akan memberikan perasaan nyaman karena ditemani buku sebagai hiburan Anda. Meletakkan buku Anda yang tertutup di atas meja Anda mungkin akan membuat wisatawan lain tertarik untuk bergabung dengan Anda. Sebaliknya, bila Anda menemukan wisatawan lain melakukan hal yang sama, Anda dapat bertanya apakah Anda dapat bergabung. Terakhir, jurus ampuh yang dapat Anda lakukan bila bertemu dengan orang baru adalah tersenyum. Tersenyum diakui secara internasional dan orang yang tersenyum akan lebih mudah bertemu dengan orang-orang baru dibandingkan orang yang melipat wajahnya.(Vendy Angga Permana)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar